Permintaan terhadap produk berbasis nabati semakin meningkat seiring dengan kesadaran konsumen terhadap pola makan sehat dan keberlanjutan lingkungan. Tren ini mendorong industri makanan dan minuman, termasuk industri roti, untuk berinovasi dalam formulasi produknya. Namun, transisi dari bahan berbasis hewani ke nabati bukanlah hal yang mudah.
Telur dan produk susu memiliki peran penting dalam pembuatan roti, mulai dari memberikan kelembapan, kekenyalan, hingga memperpanjang masa simpan. Menggantikan bahan-bahan ini dengan alternatif nabati membutuhkan pendekatan khusus agar tekstur dan kualitas produk tetap terjaga.
Menyesuaikan Formulasi untuk Produk Roti Nabati Berkualitas
Salah satu tantangan utama dalam produksi roti berbasis nabati adalah memastikan tekstur tetap lembut dan stabil tanpa telur serta susu sapi. Berikut beberapa solusi yang dapat diterapkan oleh industri roti:
1. Penggunaan Susu Nabati yang Sesuai dengan Formula

Meskipun susu nabati seperti kedelai, almond, dan oat sering digunakan sebagai pengganti susu sapi, perlu diperhatikan bahwa komposisi protein dan lemaknya berbeda. Beberapa susu nabati memiliki lebih sedikit lemak dan protein, yang dapat memengaruhi tekstur dan kelembapan produk akhir.
Solusi:
- Menggunakan campuran susu nabati dengan minyak nabati untuk meniru efek lemak susu.
- Menambahkan pengemulsi seperti lecithin kedelai atau gum arabic untuk membantu kestabilan adonan.
2. Menggantikan Fungsi Telur dengan Kombinasi Bahan Nabati
Telur memiliki berbagai peran dalam roti, seperti pengemulsi, pengikat, pengembang, dan pemberi kelembapan. Karena itu, tidak ada satu bahan tunggal yang dapat menggantikannya sepenuhnya, tetapi kombinasi beberapa bahan dapat digunakan, seperti:
- Emulsifikasi: Spongolit® dapat membantu menstabilkan adonan dan menciptakan tekstur yang lebih seragam.
- Pengikatan: Tepung flaxseed (biji rami) atau psyllium husk dapat membentuk gel yang menyerupai efek telur dalam mengikat adonan.
- Pengembangan: Kombinasi baking soda dan asam (misalnya cuka atau air soda) dapat membantu meningkatkan volume.
- Pemberi kelembapan: Puree buah seperti pisang atau alpukat dapat digunakan untuk menjaga kelembapan adonan.
Dengan kombinasi bahan yang tepat, produk roti nabati dapat memiliki tekstur dan volume yang mendekati roti berbasis telur.
3. Peran Spongolit® dalam Meningkatkan Stabilitas Adonan

Sebagai emulsifier, Spongolit® memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas adonan dan meningkatkan volume roti. Beberapa keunggulannya meliputi:
- Membantu distribusi gelembung udara dalam adonan, menghasilkan tekstur yang lebih seragam dan ringan.
- Meningkatkan kestabilan emulsi, mencegah pemisahan antara lemak dan air dalam adonan nabati.
- Memperpanjang kesegaran produk, terutama dalam produk seperti sponge cake dan roti lembut.
- Mempercepat proses produksi, karena adonan yang lebih stabil tidak memerlukan pemrosesan ulang.
Namun, perlu dicatat bahwa Spongolit® tidak dapat sepenuhnya menggantikan fungsi telur sendiri. Oleh karena itu, disarankan untuk mengombinasikannya dengan bahan pengikat dan pengembang lainnya agar mendapatkan hasil optimal.
4. Penggunaan Tepung Nabati untuk Menambah Nilai Gizi
Tepung nabati seperti tepung kelor atau tepung daun pepaya dapat meningkatkan kandungan gizi pada roti nabati, terutama dalam hal zat besi, kalsium, dan antioksidan.
Namun, penggunaannya harus dalam jumlah terbatas karena:
- Beberapa bahan nabati memiliki enzim atau senyawa yang dapat mengganggu struktur gluten, misalnya papain dalam daun pepaya yang dapat melemahkan ikatan gluten jika digunakan berlebihan.
- Bisa mempengaruhi rasa dan warna produk jika tidak diformulasikan dengan tepat.
Oleh karena itu, tepung nabati sebaiknya digunakan tidak lebih dari 10% dari total tepung dalam adonan untuk menjaga keseimbangan struktur dan rasa roti.
Meningkatkan Daya Tarik Konsumen terhadap Roti Berbasis Nabati
Selain tantangan formulasi, industri roti nabati juga perlu memastikan bahwa produknya menarik bagi konsumen, baik dari segi rasa, tampilan, maupun nilai tambahnya. Beberapa strategi yang dapat diterapkan:
- Penyajian yang Menarik – Penggunaan tepung nabati dapat memberikan warna alami yang unik, seperti hijau dari kelor atau coklat dari tepung almond.
- Peningkatan Cita Rasa – Menambahkan bahan seperti ekstrak vanila, cokelat, atau kacang-kacangan dapat meningkatkan cita rasa tanpa bergantung pada bahan hewani.
- Edukasi Konsumen – Menyoroti manfaat kesehatan dan keberlanjutan dari produk nabati dalam pemasaran dapat meningkatkan minat pasar.
Kesimpulan
Industri roti berbasis nabati memiliki peluang besar, tetapi memerlukan inovasi dalam formulasi agar dapat bersaing dengan produk konvensional. Penggantian bahan harus dilakukan dengan pendekatan ilmiah, menggunakan kombinasi yang tepat antara emulsifier, bahan pengikat, dan bahan pelembap untuk memastikan produk tetap berkualitas.
Peran Spongolit® sangat penting sebagai emulsifier, tetapi harus dikombinasikan dengan bahan lain untuk menggantikan fungsi telur sepenuhnya. Dengan pendekatan yang tepat, industri roti dapat menciptakan produk nabati yang memiliki rasa, tekstur, dan daya tahan yang optimal, sekaligus memenuhi tren pasar yang semakin berkembang. Dapatkan Spongolit® di sini!