Keadaan alami sistem kekebalan tubuh adalah kemampuannya untuk melawan penyakit. Ketika sistem kekebalan tubuh gagal berfungsi dengan baik, tubuh menjadi lebih rentan terhadap agen penyakit. Hal ini juga bisa menjadi tanda bahaya bahwa tubuh sedang mengalami Imunosupresi.
Agen imunosupresif dapat merusak sistem kekebalan tubuh dengan mengurangi responsnya terhadap semua antigen asing. Tidak hanya manusia, imunosupresi juga dapat menyerang hewan ternak seperti unggas, sapi, dan perikanan. Malnutrisi, stres, bakteri, virus, dan yang paling utama, paparan mikotoksin, dapat menyebabkan imunosupresi pada hewan.
Bagaimana Mikotoksin Membahayakan Kesehatan Unggas dan Keamanan Pangan
Mikotoksin tidak hanya berbahaya bagi kesehatan unggas dan manusia, tetapi juga dapat mempengaruhi keamanan pangan dengan mengurangi akses terhadap makanan yang sehat. Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) melaporkan bahwa setidaknya 25% hasil panen dunia terkontaminasi mikotoksin.
Mengonsumsi makanan yang mengandung mikotoksin dapat menyebabkan Mikotoksikosis. Efeknya dapat bervariasi tergantung pada jumlah toksin yang dikonsumsi, lama paparan, serta usia hewan yang terinfeksi. Mikotoksikosis bersifat kronis akibat konsumsi toksin dalam jumlah kecil dalam jangka waktu lama, menjadikannya sebagai pembunuh senyap bagi hewan yang tidak menyadarinya. Terlebih lagi, diagnosis penyakit ini cukup sulit karena tanda-tanda klinisnya tidak spesifik.
Hewan monogastrik dan yang lebih muda umumnya lebih sensitif terhadap mikotoksin. Mikotoksikosis dapat mengurangi nafsu makan, memperlambat pertumbuhan, merusak hati, menurunkan performa reproduksi, dan menyebabkan berbagai gangguan kesehatan lainnya. Meskipun penyakit ini tidak menular dari satu hewan ke hewan lainnya, wabah mikotoksikosis sering kali bersifat musiman karena pertumbuhan jamur dan produksi toksin terjadi dalam kondisi iklim tertentu.
Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengendalikan mikotoksin pada ternak, seperti secara rutin membersihkan dan mengisi ulang tempat pakan dengan makanan segar untuk mencegah pertumbuhan jamur, membuang produk yang berpotensi terkontaminasi, serta memastikan makanan disimpan dengan baik.
Selain itu, penggunaan pengikat toksin seperti Attapulgit dan Bentonit dapat membantu menjaga kebersihan pakan. Tanah liat alami ini dapat menyerap toksin, termasuk mikotoksin, dengan daya serap yang tinggi, stabilitas panas yang baik, ketahanan terhadap pH, serta efektivitas yang tinggi.
Satu-satunya cara untuk memastikan produk berkualitas tinggi adalah dengan menjaga ternak tetap dalam kondisi terbaiknya. Klik di sini untuk menemukan solusi Anda.