Menjaga kebersihan dan higienitas di rumah sakit sangatlah penting. Setiap permukaan, peralatan, dan tekstil memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang aman untuk pemulihan. Bahkan benda-benda yang tampak sederhana, seperti seprai rumah sakit atau pakaian bedah, menjadi pertahanan penting terhadap ancaman tak kasat mata. Namun, di balik permukaan yang tampak steril dan aktivitas harian rumah sakit, terdapat ancaman yang terus-menerus—infeksi terkait layanan kesehatan (HAIs). Infeksi ini, yang didapat selama pasien menjalani perawatan di rumah sakit atau prosedur medis, dapat menimbulkan konsekuensi serius bagi pasien, tenaga kesehatan, dan operasional rumah sakit.

Infeksi Terkait Layanan Kesehatan (HAIs) di Indonesia

Infeksi terkait layanan kesehatan (HAIs) menjadi perhatian utama di Indonesia. Negara ini memiliki tingkat prevalensi HAIs tertinggi di Asia Tenggara, yaitu 30,4%, lebih tinggi dari rata-rata regional sebesar 21,6%. Infeksi ini, yang terjadi selama pasien dirawat di rumah sakit, dapat menyebabkan komplikasi kesehatan yang serius, memperpanjang masa rawat inap, dan meningkatkan biaya medis. Selain itu, HAIs juga berisiko bagi tenaga kesehatan dengan meningkatkan kemungkinan tertular infeksi serta menurunkan moral kerja.

HAIs disebabkan oleh berbagai mikroorganisme, termasuk bakteri, jamur, dan virus. Patogen ini dapat bertahan di permukaan yang terkontaminasi, peralatan medis, atau bahkan ditularkan melalui tangan tenaga kesehatan. Pasien dengan sistem kekebalan tubuh lemah atau yang menjalani prosedur invasif lebih rentan terkena infeksi ini.

Jenis HAIs yang Umum:

  1. Infeksi saluran kemih terkait kateter (CAUTIs): Terjadi saat bakteri masuk ke saluran kemih melalui kateter urin.
  2. Infeksi aliran darah terkait kateter sentral (CLABSIs): Infeksi serius yang terjadi ketika bakteri masuk ke aliran darah melalui kateter sentral yang dimasukkan ke dalam vena besar.
  3. Pneumonia: Dapat berkembang ketika bakteri atau virus masuk ke paru-paru, sering kali melalui ventilator.
  4. Infeksi luka operasi (SSIs): Terjadi pada luka setelah prosedur pembedahan.

Tantangan dalam Pengendalian HAIs

Mengendalikan HAIs adalah tantangan kompleks karena lingkungan rumah sakit yang dinamis. Tingginya jumlah pasien, berbagai prosedur medis, serta pergerakan tenaga medis dan pengunjung yang terus-menerus berkontribusi terhadap risiko infeksi. Rumah sakit membutuhkan solusi antimikroba yang andal untuk memastikan lingkungan tetap higienis. Metode pembersihan konvensional sering kali kurang efektif dalam memberikan perlindungan jangka panjang terhadap mikroba, sehingga diperlukan agen antimikroba yang lebih canggih.

Solusi Antimikroba yang Komprehensif

Tinosan® HP 100 adalah solusi antimikroba unggulan untuk tekstil rumah sakit dan permukaan keras. Efektivitasnya yang luas, stabilitas, dan daya tahan tinggi menjadikannya pilihan ideal untuk menjaga kebersihan di lingkungan rumah sakit. Berbeda dengan agen antimikroba lainnya, Tinosan® HP 100 memberikan perlindungan jangka panjang, sehingga mengurangi risiko kontaminasi mikroba dalam jangka waktu yang lebih lama. Produk ini efektif melawan bakteri gram-positif dan gram-negatif, bekerja pada konsentrasi rendah, serta kompatibel dengan berbagai surfaktan, sehingga dapat diterapkan dalam berbagai formulasi pembersih.

Aplikasi Tinosan® HP 100 dalam Kebersihan Rumah Sakit

  • Tekstil Rumah Sakit (Linen, Pakaian Bedah, Seprai, dan Selimut): Memberikan perlindungan antibakteri jangka panjang, memastikan tekstil rumah sakit tetap bebas dari mikroorganisme berbahaya bahkan setelah digunakan dan dicuci berulang kali. Hal ini secara signifikan mengurangi risiko HAIs dan meningkatkan keamanan bagi pasien serta tenaga kesehatan.
  • Pembersih Permukaan Keras (Lantai, Meja, dan Peralatan Medis): Memiliki sifat disinfektan yang bekerja cepat sekaligus memberikan perlindungan jangka panjang terhadap kontaminasi ulang mikroba. Hal ini membuatnya sangat efektif untuk membersihkan permukaan yang memerlukan higienitas berkelanjutan.
  • Deterjen Cair dan Pelembut Kain: Dapat digunakan dalam deterjen dan pelembut kain untuk memberikan lapisan perlindungan antimikroba tambahan. Ini memastikan bahwa semua kain yang dicuci dengan produk ini tetap terlindungi dari bakteri, berkontribusi pada lingkungan rumah sakit yang lebih aman.

Menjaga kebersihan dan higienitas di rumah sakit sangat penting untuk mencegah penyebaran infeksi. Penggunaan solusi antimikroba yang aman dan efektif seperti Tinosan® HP 100 pada tekstil dan permukaan keras rumah sakit dapat membantu mengurangi HAIs secara signifikan, melindungi kesehatan pasien, tenaga medis, dan reputasi rumah sakit secara keseluruhan.

Temukan solusi terbaik bersama Bahtera hari ini! Kunjungi kami di sini!